Label

Minggu, 28 April 2013

Budaya Politik

1. Pengertian Budaya Politik
Budaya Politik adalah pola tingkah laku individu (warga negara) dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem Politik.
Menurut Para Ahli:
Alan R. Ball “Budaya Politik adalah suatu susunan yang terdiri atas sikap, kepercayaan, emosi, dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan deng sistem politik dan isu-isu politik.”
Austin Ranney ”Budaya Politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama,  sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.”
Gabriel Almond dan Sidney Verba ”Budaya politik mengacu pada orientasi politik sikap terhadap sistem politik dan bagian-bagiannya yang lain serta sikap terhadap peranan kita sendiri dalam sistem tersebut.”

2. Objek-Objek Politik
Objek Politik Umum,  Meliputi sejarah bangsa, simbol negara, wilayah negara, kekuasaan negaraq, konstitusi negara , lembaga-lembaga negara, pimpinan negara, dan politik yang sifatnya umum.
Objek Politik Input, contohnya partai politik, kelompok kepentingan, organisasi masyarakat, pers, dukungan dan tuntutan.
Objek Politik Output, contohnya berokrasi, lembaga peradilan, kebijakan, keputusan, UU dan Peraturan.

3. Orientasi Warga negara Terhadap Objek Politik
Orientasi Kognitif, yaitu pengetahuan dan kepercayaan pada politik, peranan, dan segala kewajibannya serta input dan outputnya.
Orientasi Afektif, yaitu perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor, penampilannya.
Orientasi Evaluatif, yaitu keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.
4. Tipe-Tipe Budaya Politik Menurut Gabriel Almond

Budaya Politik Parokial
o Umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman Indonesia.
o Tidak ada peran-peran politik yang bersifat khusus.
o Bagi anggota masyarakat, peran-peran yang di pancarkan oleh pemimpinnya ini tidak dapat dipisahkan.
o Frekuensi orientasi terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol (tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut).
Budaya Politik Subjek
o Adanya Frekuensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output (terhadap pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah).
o Sudah ada pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum serta proses penguatan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Budaya Politik Partisipan
o Bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik.
o Memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum.
o Masyarakat cenderung diarahkan pada peran pribadi yang aktif.

5. Ciri-Ciri Budaya Politik Menurut Rusadi Kantaprawira.
Adanya Subbudaya yang banyak keanekaragaman. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak suku yang mana masing-masing suku tersebut memiliki budaya sendiri-sendiri.
Budaya Politik Indonesia bersifat prokial kaula/ subjek di suatu pihak dan pertisipan di lain pihak.
Sifat ikatan primodial yang masih kuat dikenali melalui indikator berupa sentimen kedaerahan, kesukuan, dan keagamaan.
Kecendrungan budaya politik Indonesia yang masih mengakui sifat patumalisme dan sifat patrimonial.
Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama.

6. Analisis Budaya Politik menurut Affan Gaffar
Masyarakat Indonesia bersifat hierarkis ditunjukkan dengan adanya tingkatan atas dan bawah.Tingkatan atas yang memegang jabatan disebut dengan priyayi/ pejabat dan berhak memimpin, berbuat benar dan baik hati, serta melindungi. Tingkatan bawah yaitu sebagai bawahan/ rakyat kebanyakan harus tunduk, patuh, dan taat kepada pemimpin.
Kecendrungan Patronage, yaitu kecendrungan pembentukan pola hubungan patronage yang baik di kalangan pengusaha dan masyarakat atau pola hubungan patroclient.
Kecendrungan Neopatromonalistik adalah kecendrungan munculnya budaya politik yang bersifat neopatromonalistik dimana negara memiliki atribut/kelengkapan yang sudah modern dan rasional, tetapi juga masih memperhatikan atribut yang patrimonial.

7. Peran serta Budaya Politik Partisipan
Warga negara yang berbudaya politik partisipan memiliki partisipan yang lebih tinggi sehingga dapat mempengaruhi perilaku politik para aktor politik dalam proses politiknya.

8. Contoh budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Pemberian masukan, pendapat, saran, dan kritik terhadap pemerintah.
Ikut barbagi jajak pendapat
Ikut Pemilihan umum
Ikut rapat, musyawarah dialog, debat politik, berkaitan dengan masalah bersama.
Pelaksanaan demokrasi secara damai, baik dalam bentuk penolakan, maupun dukungan.

Sumber (http://rian-rifqhy.blogspot.com/2013/04/budaya-politik.html)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar